Rabu, 12 Mei 2010




Arema Indonesia (dulu: Arema Malang) adalah sebuah klub sepak bola yang bermarkas di kota Malang, Jawa Timur, Indonesia. Arema didirikan pada tanggal 11 Agustus 1987, Arema mempunyai julukan "Singo Edan" . Mereka bermain di Stadion Kanjuruhan dan Stadion Gajayana. Arema Indonesia adalah tim sekota dari Persema Malang. Sejak berganti pemilik dari PT Bentoel Investama, Tbk ke konsorsium di tahun 2009. secara resmi Arema Malang, berganti nama menjadi Arema Indonesia.
Sejak hadir di persepak bolaan nasional, Arema telah menjadi ikon dari warga Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu) dan sekitarnya. Sebagai perwujudan dari simbol Arema, hampir di setiap sudut kota hingga gang-gang kecil terdapat patung dan gambar singa. Kelompok suporter mereka dipanggil Aremania dan Aremanita (untuk pendukung wanita)
Nama lengkap Persatuan Sepak Bola
Arema Indonesia Julukan Singo Edan Didirikan 11 Agustus 1987 Stadion Kanjuruhan
Malang, Indonesia
(Kapasitas: 35.000) Ketua Umum Gunadi Handoko Sekretaris Mudjiono Mudjito Manajer Mudjiono Mudjito Pelatih Robert Rene Alberts Asisten Pelatih Joko Susilo
Liestiadi
Dwi Sasmianto Dokter Tim dr. Albert Rudianto Liga Liga Super Indonesia 2008-09 Liga Super Indonesia,

Senin, 03 Mei 2010




Osmoregulasi adalah proses mengatur konsentrasi cairan dan menyeimbangkan pemasukan serta pengeluaran cairan tubuh oleh sel atau organisme hidup. Proses osmoregulasi diperlukan karena adanya perbedaan konsentrasi cairan tubuh dengan lingkungan disekitarnya. Jika sebuah sel menerima terlalu banyak air maka ia akan meletus, begitu pula sebaliknya, jika terlalu sedikit air, maka sel akan mengerut dan mati. Osmoregulasi juga berfungsi ganda sebagai sarana untuk membuang zat-zat yang tidak diperlukan oleh sel atau organisme hidup.

Embriogenesis adalah proses pembentukan dan perkembangan embrio. Proses ini merupakan tahapan perkembangan sel setelah mengalami pembuahan atau fertilisasi. Embriogenesis meliputi pembelahan sel dan pengaturan di tingkat sel. Sel pada embriogenesis disebut sebagai sel embriogenik.


1. Ektoderm : lapisan yang akan memberi bentuk luar hewan keseluruhan dan merupakan prekursor epidermis dan sistem saraf, dibentuk dari sebagian besar kutub animal.
2. Endoderm : lapisan yang dibuat dari kutub vegetal dan merupakan prekursor usus dan organ internal, dibentuk dari sebagian besar kutub vegetal.
3. Mesoderm : merupakan lapisan prekursor otot, jaringan penghubung, dan komponen lainnya yang akan menghubungkan antara ektoderm dan endoderm, dibentuk dari sebagian kutub animal dan kutub vegetal.

Blastula terbentuk ketika sel embrio katak (struktur blastomer) terus membelah, bergerak, dan membentuk rongga pada bagian dalam (membentuk struktur bola berongga). Pada katak, rongga ini disebut blastocoel dan terisi cairan internal yang dibatasi oleh sel epitel.

Saat blastula terus mengalami pembelahan dan pertambahan jumlah sel, kutub animal akan berusaha membungkus kutub vegetal dengan bergerak dan melakukan invaginasi, yang sering disebut sebagai proses gastrulasi.

Gastrulasi ini berlangsung dengan urutan kronologis sebagai berikut:

1. Pembentukan blastopore (saluran invaginasi)
2. Pembentukan lapisan ektoderm, mesoderm, dan endoderm.
3. Selanjutnya sel bermigrasi dan berkohesi dengan bantuan senyawa cadherin dan integrin

Kamis, 22 April 2010



Nama Lengkap: Ferry Rotinsulu, Tanggal Lahir:28 Des 1982,Tempat Lahir:Palu, Sulawesi TengahWarga Negara:Indonesia,Tinggi:182 cm.,Berat:73 Kg.
Ferry Rotinsulu sempat kalah tenar oleh kiper PSMS Medan, Markus Horison. Terbukti, Markus lebih dipercaya mengawal gawang timnas saat Indonesia tampil di Piala Asia 2007 lalu. Namun kini, Ferry kembali memberi bukti kalau dirinya pantas disebut sebagai salah satu kiper terbaik Indonesia.

Ferry menghamparkan fakta itu saat Sriwijaya FC meladeni Pelita Jaya Purwakarta di semifinal Copa Dji Sam Soe Indonesia 2007. Setelah bermain imbang selama 90 menit dan perpanjangan waktu, kedua tim harus melakoni drama adu penalti. Di fase inilah kepiawaian Ferry benar-benar diuji. Dan, dia mampu menepis dua tendangan penalti eksekutor Pelita Jaya. Hasilnya, Sriwijaya FC melaju ke final Copa Dji Sam Soe Indonesia 2007.

Ferry sempat diprediksi sebagai salah satu penjaga gawang muda yang bakal bersinar. Ia diproyeksikan sebagai penerus keperkasaan penjaga gawang Indonesia di bawah mistar timnas. Terbukti, ia sempat dikirim PSSI ke Belanda untuk mengikuti pelatnas jangka panjang. “Membela timnas adalah sebuah hal yang sangat membanggakan. Saya akan terus berlatih agar bisa kembali menjaga gawang timnas,” ujarnya.

Karena andilnya yang sangat besar dalam partai semifinal Copa Dji Sam Soe Indonesia 2007, Ferry dinobatkan sebagai pemain terbaik di partai itu. Selain itu, ia juga jadi salah satu nominator kipper yang berpeluang meraih penghargaan Bintang Emas Copa Dji Sam Soe.



DIBALIK penampilannya yang garang nan keras di bawah mistar gawang Sriwijaya FC, diam-diam Ferry Rotinsulu memiliki kepedulian tinggi kepada anak-anak yang tidak mampu. Buktinya, kiper tampan Laskar Wong Kito ini menjadi pembina sekaligus donatur tetap bagi Yayasan Panti Asuhan Ikatan Amal Sosial (IKAS) di Musi II Palembang.
Yayasan yang khusus menampung anak-anak yang tidak mampu ini, sejak tiga tahun lalu berdiri dan Ferry menjadi salah satu pembinanya. Kiper utama SFC ini menyisihkan sebagian penghasilannya sebagai pesepakbola profesional untuk 50 anak kurang mampu yang menjadi punghuni panti.

Hal ini diungkapkan Hj Ayunis pengurus Yayasan IKAS usai penyerahan bantuan di Sekrtariat SFC Komplek Palembang Square (PS), Minggu (6/9) kemarin. Menurut wanita paruh baya ini, Ferry menjadi salah satu pembina sekaligus donatur tetap sejak 3 tahun lalu.

"Ia menjadi pembina dan donatur juga. Bantuan yang ia berikan sangat berarti untuk kelangsungan Panti Asuhan. Dia bersama pengurus turut membina, mengarahkan dan mengayomi 50 lebih anak-anak yatim piatu," ujar Ayunis.

Menurut Ayunis, perkenalannya dengan Ferry terjadi tidak sengaja sekitar tiga tahun lalu di sebuah acara SFC. Ketika itu tunangan Annisa Katarima ini, belum terkenal seperti sekarang ini. Tetapi
kepeduliannya akan orang tidak mampu memang tinggi.
"Sebab, saat kami tawari sebagai pembina dan diminta bantuan, dia langsung mengiyakan," ujar Ayunis.
Sementara itu Ferry Rotinsulu tampak hadir sebentar di acara serahterima bantuan itu. Kiper andalan SFC ini membenarkan kalau dirinya menjadi pembina di Panti Asuhan IKAS. Namun Ferry menolak menyebutkan berapa donasi dari penghasilan untuk 50 anak yatim piatu ini setiap bulannya. Menjelang lebaran nanti pun pemilik tinggi 182 cm ini, tengah mempersiapkan THR berupa uang saku dan baju untuk anak panti.
"Saya juga dari keluarga sederhana. Memberikan bantuan untuk mereka dari sebagian penghasilan ini akan membawa berkah. Baik bagi saya tentunya dan bagi SFC," katanya.
Dalam kesempatan ini Ferry mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi atas bantuan yang diberikan bagi panti asuhannya. Ternyata dibalik sifatnya yang cuek dan cenderung meledak ledak itu Ferry orang welas asih.